Masuki Fase Krusial, Fabrikasi Anchor Jembatan Garuda di Sungai Lutut Dikebut Presisi

    Masuki Fase Krusial, Fabrikasi Anchor Jembatan Garuda di Sungai Lutut Dikebut Presisi
    (Foto Dok): Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Batursari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memasuki tahap krusial. Hingga Senin (13/4/2026).

    TEMANGGUNG - Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Batursari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memasuki tahap krusial. Hingga Senin (13/4/2026), proses fabrikasi pembesian dan pemasangan begisting rangka *anchor block* serta abutment mulai dikerjakan dengan tingkat presisi tinggi.

    Deru mesin dan aktivitas perakitan baja menjadi pemandangan utama di lokasi proyek yang membentang di atas Sungai Lutut. Tahapan ini menjadi kunci kekuatan struktur, mengingat *anchor block* dan abutment berfungsi sebagai penopang utama beban jembatan gantung sepanjang 35 meter tersebut.

    Jembatan dengan lebar 1, 2 meter ini dirancang sebagai akses vital bagi sekitar 290 Kepala Keluarga atau 850 jiwa yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Lutut, khususnya antara Dusun Batursari dan Dusun Gondang.

    Di lapangan, personel TNI bersama masyarakat terlihat bergotong royong melakukan pembersihan pondasi, perakitan besi pylon, hingga pemasangan begisting. Seluruh proses dilakukan dengan akurasi teknis tinggi guna memastikan stabilitas dan ketahanan struktur di medan yang cukup menantang.

    Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., menegaskan bahwa tahap fabrikasi ini merupakan penentu utama kualitas dan usia pakai jembatan.

    “Fokus kami saat ini pada kekuatan struktur, khususnya pembesian dan begisting anchor block. Ini adalah pondasi utama. Jika bagian ini kokoh, maka jembatan akan mampu bertahan puluhan tahun dan aman digunakan masyarakat, ” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendorong percepatan pembangunan desa.

    “Jembatan Garuda ini menjadi simbol terbukanya akses bagi warga. Kami percepat pengerjaannya agar manfaatnya segera dirasakan, terutama bagi anak sekolah, petani, dan pedagang yang selama ini terkendala akses, ” tambahnya.

    Selama ini, warga harus menghadapi risiko saat melintasi sungai atau memutar jauh ketika debit air meningkat. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

    Dengan progres yang terus dikebut dan pengawasan ketat di setiap tahapan, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Batursari diyakini akan menjadi solusi nyata bagi konektivitas wilayah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pedesaan. (*)

    jembatan garuda temanggung infrastruktur desa tni manunggal gotong royong pembangunan presisi
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Khidmat dan Presisi, Upacara Bendera di...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Khidmat dan Presisi, Upacara Bendera di Makodim Temanggung Perkuat Disiplin dan Loyalitas Prajurit
    Babinsa Turun Tangan! Sertu Bastiyan Kawal KDKMP Temanggung, Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa
    Aboe Bakar Akui Pengawasan Lapas Bangli Efektif, Minta Maaf Atas Kritik Sebelumnya
    Coffee Morning Sintel TNI Jalin Sinergitas Diplomasi Militer Dengan Athan Negara Sahabat
    Panglima TNI Dampingi Presiden RI Buka Munas XVI IPSI

    Ikuti Kami